IAPPI Community On The Net
Ahlan wasahlan di forum IAPPI,
Anda belum masuk silakan login atau register.
Agar Anda bisa berpartisifasi dalam forum IAPPI ini.


Forum Komunikasi IAPPI Pesantren Persatuan Islam
 
IndeksGalleryCalendarFAQAnggotaGroupPencarianPendaftaranLogin

Share | 
 

 Satu Januari 2007

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Hakim
Moderator
Moderator


Male Jumlah posting : 49
Localisation : Bandung
Registration date : 14.10.06

PostSubyek: Satu Januari 2007   Mon 1 Jan - 14:09:58

"Semoga lebih baik ditahun ini!."
"Semoga usaha kita semakin lancar."
"Semoga segala yang kita inginkan terwujud."
"Semoga yang terjadi pada tahun lalu menjadi pelajaran untuk tahun depan."
"Semoga di tahun baru ini, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya."
Dan semoga-semoga yang lainnya.

Ada juga yang berucap, "Saatnya kita berintrofeksi diri akan setahun kemarin, dan mempersiapkan diri untuk tahun yang akan kita jelang."
Pun seorang ustadz berkhotbah,"Kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum muhasabatunnafsi, introfeksi diri."

_____________________

Ucapan-ucapan di atas tentu saja baik sekali, bahkan saya sendiri mendukung ucapan seperti itu. Yang jadi masalah, kenapa ucapan-ucapan baik seperti itu hanya terlontar menjelang pergantian tahun, terlepas apakah itu tahun hijriah atau tahun masehi?!?

Momentum kah yang dijadikan patokan? Kenapa? Bukankah setiap hari adalah momentum berharga? Bahkan, bukankah setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap satuan detik adalah momentum berharga?

Andai setiap "Hari" yang kita jelang bisa berkata tentu dia akan berucap,

"Aku adalah Hari yang baru, aku adalah Hari yang berbeda,
Hari kemarin adalah saudaraku yang telah mati
tapi dia akan tetap hidup karena manusia mengisinya
dengan kenangan dan pengalaman; baik itu positif maupun negatif.
Aku adalah Hari yang unik, hidupku hanya 24 jam berganti malam,
setelah itu aku mati dan diganti dengan Hari yang baru.
Manusia yang mengatakan hari-hari merupakan
suatu rutinitas (kebiasaan - hal yang sama) adalah sebuah kedustaan
yang dituduhkan padaku, apa yang mereka lakukan merupakan rutinitas,
sedangkan aku tetap Hari Baru."


Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. Al-Hasyr [59]: 18)

Ayat di atas mengajak kita untuk selalu berhati-hati (takwa) berintrofeksi diri dan mempersiapkan agenda untuk esok hari. Kapan itu kita lakukan?!? Hari ini, ya! Hari ini! Tentu saja. Karena setiap hari adalah hari baru dan Allah Swt memerintahkan kita untuk memperhatikan apa yang telah kita lakukan kemarin dan mempersiapkan untuk hari esok, diantara keduanya adalah Hari Ini.

______________________________________


Hakim Friendster Blog
Assaha Tea Blog
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Satu Januari 2007
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
IAPPI Community On The Net :: Pesantren Virtual :: Artikel-
Navigasi: