IAPPI Community On The Net
Ahlan wasahlan di forum IAPPI,
Anda belum masuk silakan login atau register.
Agar Anda bisa berpartisifasi dalam forum IAPPI ini.


Forum Komunikasi IAPPI Pesantren Persatuan Islam
 
IndeksGalleryCalendarFAQAnggotaGroupPencarianPendaftaranLogin

Share | 
 

 RUU-APP Dibahas Lagi, Banyak Perubahan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
zuhdi_2005
IAPPI Jadid
IAPPI Jadid


Male Jumlah posting : 10
Localisation : Bandung
Registration date : 26.10.06

PostSubyek: RUU-APP Dibahas Lagi, Banyak Perubahan   Mon 30 Oct - 22:42:42

Sepuluh fraksi di DPR secara intensif membahas RUU Antipornogradi dan pornoaksi. Tapi sudah banyak perubahan. Termasuk soal sanksi dan hilangnya kata “Anti”

Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU-APP) yang cukup lama hilang dari publik, Rabu (11/10), kemarin kembali dibahas DPR. Yang enarik, draf yang dibahas Tim Perumus DPR ini tidak lagi mengatur soal cara berpakaian yang sebelumnya sempat mendapat reaksi pro-kontra dari banyak kalangan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagaian pasal juga banyak dihapus.

Pembahasan RUU APP dilakukan sepanjang hari dalam rapat tertutup di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, dan melibatkan perwakilan dari 10 fraksi. Dua hari dalam sepekan Tim Perumus menyelesaikan undang-undang tersebut di Komisi VIII DPR.

Balkan Kaplale, Ketua Panitia Khusus RUU-APP dikutip SCTV mengakui pembahasan berjalan lancar karena daftar isian masalah telah masuk. Tiga masalah besar yang dibahas terdiri soal pembuatan atau produksi, masalah pendistribusian, dan konsumsi. Dalam produksi, penyiaran yang berbau pornografi baik elektronik maupun media harian akan dibatasi.

Pengaturan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi juga membahas masalah sanksi. Di antaranya peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha serta ketentuan pidana

Menurut Balkan, pihaknya banyak melakukan pembahasan dan perbaikan dalam materi RUU APP. Dia juga mengatakan, pasal-pasal di dalam RUU PP juga sudah mengalami perubahan. Namun begitu, Balkan tidak mau mengatakan pasal-pasal apa saja yang mengalami perubahan. Begitu pula dengan rincian redaksi di dalam RUU PP tersebut.

"Sudah ada perkembangan. Redaksinya saat ini tidak menggunakan kata 'Anti' dalam RUU, sehingga menjadi RUU Pornografi dan Pornoaksi (RUU PP)," katanya.

Terkait penjelasan penghilangan kata 'Anti' menurutnya, juga bukan merupakan hal yang istimewa, karena ada pasal-pasal yang lebih kuat. Namun demikian, Balkan kembali menolak untuk menjawab pertanyaan wartawan berupa pasal-pasal apa saja yang menguatkan itu.

Sebagaimana diketahui, RUU APP merupakan suatu rancangan produk hukum yang telah diusulkan oleh DPR sejak 14 Februari 2006. Di dalam RUU itu berisi 11 bab dan 93 pasal pada rancangan pertamanya ini mengatur masalah pornografi dan pornoaksi di Indonesia. RUU ini dimaksudkan sebagai upaya mencegah berbagai bentuk kejahatan itu dalam kerangka menciptakan kehidupan yang bermoral.

Pada rancangan kedua, beberapa pasal yang kontroversial dihapus sehingga tersisa 82 pasal dan 8 bab. Di antara pasal yang dihapus pada rancangan kedua adalah pasal mengenai sanksi pidana dan pembentukan badan antipornografi dan pornoaksi nasional.

Pornografi dalam rancangan pertama didefinisikan sebagai substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan erotika.

Sementara pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika di muka umum. Disetujui untuk menggunakan definisi pornografi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu porne (pelacur) dan graphos (gambar atau tulisan).

Dari Hidayatullah.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
RUU-APP Dibahas Lagi, Banyak Perubahan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
IAPPI Community On The Net :: Topik Umum :: Hukum, Politik, Ekonomi dan Bisnis.-
Navigasi: